Kamis, 19 November 2015

Sepenggal kisah dan cerita dari kami yang PPL di Sekolah SMP DIPONEGORO DEPOK SLEMAN YK



INI CERITAKU MANA CERITAMU??
Pagi menyapaku dengan penuh hidangan, saat aku buka lembaran baru disini, banyak lantunan kata yang ingin rasanya aku goyangkan. Entah harus mulai dimana aku goyangkan jari ini? Tapi  rasanya langkah ini semakin jauh untuk berjalan.
Selamat pagiiii…
Itulah sapaan pertama yang disambutkan  saat kami masuk ke gerbang sekolah SMP Diponegoro Depok Sleman Yogyakarta. Senyum lebar seakan tak henti merona dibibir manis para Guru, dan siswa yang melihat pada kami. Kami beserta Dosen pembimbing Lapangan (DPL PPL) mulai dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah. di situlah kami di sambut dengan ramah, dan sapaan senyum yang khas dari kepala sekolah, serta tak lupa beliau mengucapkan selamat datang di SMP Diponegoro. Kami mulai diserahkan untuk melaksanakan PPL di SMP Diponegoro, hal tersebut sudah menjadi kewajiban kami dalam menyelesaikan tugas sebagai calon guru BK di Sekolah. Bapak Muh, Khoiruddin selaku kepala sekolah SMP Diponegoro yang menerima kami untuk melaksanakan PPL. Setelah itu kami dan Dosen DPL mulai menjelajahi kelas dan ruang BK. Ketika kami sampai di ruang BK, kami di sambut sapa dan senyum oleh koordinator guru BK yang ternyata……. Tak di sangka-sangka adalah kakak angkatan kami BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bernama ibu Iin Septi dan bapak Agus Slamet. Di ruang BK DPL dan koordinator BK mulai menceritakan kondisi sekolah SMP Diponegoro dan menceritakan perjalanan ibu Iin dan bapak Agus bagaimana sampai bisa menjadi guru BK di SMP Diponegoro. 

Selang beberapa jam, bapak Agus Slamet mengajak kami memperkenalkan dan mengelilingi letak-letak setiap ruang kelas, LAB, Perpustakaan serta gedung PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Selesai berkeliling gedung pergedung, ibu Iin mempersilahkan kami untuk memperkenalkan diri di kelas. Anggota PPL kami berjumlah lima orang, dan kebetulan perempuan semua. 2 orang mengajar dikelas 7C dan 3 orang mengajar dikelas 8D
Sebelum membuat RPK,  kami melakukan observasi terlebih dahulu selama satu minggu. Selama kami memperkenalkan diri kami bertemu dengan berbagai macam-macam karakter, perilaku siswa yang tak terduga di pikiran kami. Kami mulai memperkenalkan diri dengan siswa.
“Selamat pagi kakak” ☺…. Itulah sapaan polos siswa SMP Diponegoro. Kulihat dari jauh jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB suara bel masuk kelas mulai terdengar, maka para siswa mulai satu persatu masuk ke dalam kelas.  
Matahari mulai naik dari ufuk timur, pertanda sholat Duha didirikan, kami mulai menggiring siswa untuk melaksanakan sholat Duha. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari di SMP diponegoro yaitu melaksanakan sholat Duha berjamaah, dari kelas 7, 8, dan 9 mereka semua diarahkan dan dibimbing untuk dibiasakan melaksanakan sholat Duha, sungguh indah didikannya. Sholat Duha berjamaah tersebut dibagi dua sesi, yang pertama dilaksanakan oleh seluruh murid kelas 9 di jam 08.30 yang kemudian disusul sesi kedua oleh para murid kelas 7 dan kelas 8 di jam 09.00. Para siswa diarahkan dan dibimbing bersama oleh para guru yang bertugas dan tak lupa pula kami (peserta PPL) ikut serta dalam membimbing siswa untuk sholat Duha, dimulai dari tanda bel yang berbunyi menandakan untuk melaksanakan sholat Duha, kemudian guru dan kami bergegas mengarahkan dan mendampingi siswa untuk berwudhu bergilir dengan tertib, setelah itu kami bersama pergi ke masjid dan mendampingi siswa untuk sholat Duha berjamaah. Diawali dengan membaca Do’a-do’a sholat Duha  bersama setelah itu barulah melaksanakan sholat Duha dengan tertib.
            Waktu terus berputar pada porosnya seakan takan ada hentinya, meski itu satu detikpun. Tibalah kita pada ujung waktu siang hari.. dimana semua anak dan siswa lain sudah pada kelihatan letih, haus, dan lapar. Tapi diantara mereka masih terlihat ada yang masih semangat untuk mengikuti mata pelajaran, ada pula yang sudah gemah gemulai untuk bergagas pulang. Tas digendong, buku dimasukin semua peralatan sekolah sudah siap dimasukan ke dalam tas. “itu ujar anak-anak yang tidak betah duduk didalam kelas.”
Entah darimana ide anak-anak itu, yang pasti dibenak mereka yang ada bagaimana bisa keluar dari kelas untuk hari ini?.
Kumandang dzuhurpun sudah terdengar ditelingaku, anak-anak yang berada didalam kelaspun pada keluar untuk mengambil air wudhu, dan melaksanakan solat dzuhur. Sama seperti anak bebek yang keluar dari kandangnya saat keluar itu, ada yang ketawa, ngakak, murung, senyum, dan ada juga yang biasa. Disitulah aku mulai melihat dan mengaplikasikan mengenai dengan apa yang aku pelajari didalam kelas dengan yang ada dilapangan.
Rasanya sangat jauh banget, yang awalnya aku duga semua siswa murid itu bisa diatur dengan baik, dan lembut, akan tetapi jauh dari dugaanku, dimana anak yang mudah diatur, dan ada juga yang tidak. Yah………………yang namanya masih anak-anak ucap batinku sejenak.
            Tapi tak berhenti sampai disitu, langkah kamipun terus berjalan menyusuri setiap lorong kelas yang terdengar kelas yang berisik. Eh ternyata didalam kelas itu anak-anak yang pada mainin kursi dan meja, bukan belajar. Bahkan banyak anak yang keluar masuk kelas tanpa alasan apapun. 

Selamat pagi senin….(Edisi minggu-minggu terakhir disekolah)
Matahari selalu meyapaku dengan penuh ceria dan senyuman, aku terus menatap ke depan meski belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Cuma satu yang ada dibenak ini semoga hari ini akan menjadi hari yang lebih menyenangkan dari hari-hari sebelumnya. Amiin Ya Alloh…
Ok… pagi ini aku dan teman teman yang lain sudah siap siaga berada di depan gerbang sekolah dengan senyum dan sapaan yang manis untuk para siswa-siswa yang mau masuk ke dalam kelas, termasuk senyumin guru-guru dan para staf guru juga sihhh.. hehehe J J
Apa lagi ada guru yang anyar, rasanya untuk kita tersenyum sangat terbuka lebar, meski kelihatan mata ini masih ngantuk.. maklum masih pagi. Jadi masih ngantuk gitu ceritanya,, hahaha
Sesampainya di sekolah, jam 06.30 langsung baris di depan sekolah, akupun tanpa hentinya menyalamin setiap anak-anak yang mau masuk. Di situ kadang batin ini terasa sangat bahagia, karena masih ada yang mau senyum dengan polosnya anak-anak kepadaku, tanpa paksaan siapapun, begitupun dengan aku sampai-sampai rasa ngantukpun hilang sekejap saat anak-anak yang balik menyapa sapaanku. Oh oh….. disini baru aku menyadari betapa mulianya perjuangan seorang guru yang tanpa balas jasa selalu mau berjuang dan berkorban untuk para anak didiknya disekolah tanpa mengenal lelah. Aku bangga dan kagum kepada semua guru yang ada di sekolah SMP DIPONEGORO DEPOK ini.
            Langkahku akan terus ku ayunkan untuk menaiki satu persatu tangga sekolah menuju lantai tiga maksudnya masuk ruang BK (Bimbingan Konseling). Meski terasa sangat lelah naik turun tangga, tapi kalau di awali dengan niat yang ikhlas, batinku berkata insyaaloh hasilnya akan baik, dan menyenangkan juga. J Amiiin..
Terdiam sejenak langkah ini saat mau turun ke lantai dua disana, melihat anak kelas 8D yang selalu setia menyapa dengan senyuman yang menggemaskan buatku, tapi entahlah sesekali aku biarkan mereka gaduh ataupun bersorak suara yang penuh dengan kebisikan itu, akupun terus masuk ke kelas 8C untuk memanggil salah satu siswa yang membolos dari hari kemarin, untuk dipanggil ke ruang BK, untuk konseling Individu, apa alasannya membolos??
Akhirnya waktupun tak terasa, proses konseling individupun terus berjalan. Siswa yang dipanggil namanya si Kevin, dia langsung bergegas untuk keluar untuk istirahat.
Gak lama dari itu bel istirahatpun berbunyi, anak anak yang ada di dalam kelaspun kedengaran sangat senang untuk keluar dari kelas, dan istirahat sejenak untuk melepas penat, dan suntuk tiga jam berada di dalam kelas.
Anak-anak kelihatan sangat gembira dengan segerombolan temannya, ada pula yang kelihatan biasa, dan bahkan sedih karena senidirian,  mungkin karena banyak fikiran yang dia fikirkan.
Ternyata tak selamanya anak itu lepas dari beban masalah dalam hidupnya, akan tetapi ada sebagian dari 80% siswa yang banyak masalahnya dengan keluarga, dan teman sekelompoknya.
Tapi.. sejenak aku terfikir, ah mungkin itu karena ini waktu dimana masa remaja yang baru diawali untuk  bisa hidup mandiri, dewasa, pandai bergaul, pandai memilih teman yang baik untuk bergabung, dan bahkan tau mana masalah dalam keluarga yang sifatnya intern, dan tau mana masalah yang sedang is hadapi di sekolah. Kadang sesekali anak anak terlihat senang dengan kepolosannya, dan kadang dianatara mereka hanya ingin mencari perhatian para anggota PPL UIN-SUKA maybe???? …… karena akupun pernah mengalami hal baru seperti ini dulu saat sekolah di Mts aku. Masih ingat sih…. Tapi agak-agak lupa juga sih…. Hahhah mungkin sudah faktor usia.. (Tua dikit.. haha) J J
Uuuuuuh….. jari ini masih terus rasanya ingin terus bergoyang, dan manari sesukanya, tapi perut ini sadar akan laper dan haus. Biasa sudah mulai miscol gitu… akhirnya temankupun ada yang perhatian ada yang pergi ke kantin untuk membeli sepenggal roti dan jus untuk mengisi kekosongan perut ini.. iihhhhhhhhhhr..
            Dewi, laily, Riska, Nuri, disini aku banyak mengukir kisah kasih di sekolah, mengukir sebuah cerita, yang penuh dengan ceria, lengkap rasanya ada pilu, suka, duka,sedih dan semua yang terjadi selama PPL di sekolah ini merekalah yang selalu setia menemani dan menyemangati di saat semua terlihat lelah dan capek.. uh okelah aku sadar karena inilah manusia yang takan pernah luput dari rasa sosial yang terus akan membutuhkan orang yang ada disekelilingnya. (Teori humanistik), intinya ingin di hargai oleh manusia yang ada di lingkungannya. Haha so gaya ada teorinya.
Tapi biarlah mungkin dengan ini aku bisa belajar untuk dewasa, dari semua pengalaman yang telah terjadi dan telah aku lewati selama di sekolah ini.,
Bangku perkuliahan takan membuatku merasa sombong dan sombong dengan semua yang aku punya dan aku miliki selama ini.
            Banyak banget hal-hal yang aka rasakan dan aku alami saat-saat ini, diantaranya da anak yang benar-benar mengingatkanku teringat pada orang tua saya dikampung sana.
Satu cerita yang sangat-sangat menyentuh hatiku, ada salah satua anak yang cerita denga pengalaman pribadinya, yang mana kisahnya sangat-sangat menyayat hatiku, sampai –sampai air mataku sudah tak bisa aku bendung lagi, akhirnya netes juga, akupun menangis saat dia berkata semua orang tuanya sudah meninggal, saat kecil hidup dengan seorang kakek, dan nenek, dengan keadaaan yang menurutku sangat dibawah rasa kecukupan.
            Tapi dengan keikhlasan hati anak ini terus berjuang dan bertahan hidup untuk bisa sekolah dan mencari ilmu.
Kata demi kata terus terlantunkan dari bibirnya yang polos kui, seakan kejujuran hatinya sudah terbuka dengan sendirinya. Entah lah aku tertarik dengan semua apa yang terucapnya, dengan menjadi diri seorang mualaf yang baru masuk agama islam tanpa mengetahui apapun tentang islam itu apa. Tapi dengan rasa ingin tahu dan semangatnya yang luar biasa akhirnya sedikit demi sedikit dia mau belajar kepada teman-temanya yang sudah bisa dan fasih dalam ajaran agama islam, terutama dalam hal bacaan solat, dan membaca ayat suci Al-Qur’an.
            Dengan biaya yang seadanya dia mampu bertahan hidup di asrama dengan teman-temannya dipondok juga. Alhamdulilah dia mau belajar dengan baik tentang islam batinku, semoga kamu menjadi anak yang soleh ya naaakkk.. Amin.. dengan mata yang penuh harapan.
            Next inikan hari senin dimana hari pertama untuk mengawali hari-hari selanjutnya. Kadang di situ semua insane pasti merasakan hal yang sama, yaitu males untu awali hari ini dengan penuh semangat. Tapi mungkin ada sebgaian dari sekelompok orang yang pantang menyerah untuk terus berjuang dan mengawali pagi senin ini dengan semangat, termasuk aku gitu… iyah doonkk. PEDE BANGEET.. gpp siichh.. J J
Biar semangat gitu, tadi sih awal berangkat dari kos semangat banget, gak tau kenapa ini bisa terjadi? Oh mungkin karena ada dia? Dia siapa ya? Ya…….anak anak yang manis di sekolah SMP ini.. J J
Semua kisah telah aku lalui tanpa henti, tak terasa rasanya sudah hampir 2 bulan kami berada di sekolah ini. Banyak banget cerita yang takan bisa aka ceritakan semuanya dalam setiap detik dan hembusan nafas yang sudah aku lalui ini… hari demi hari hari-harikupun selalu dikerubungi dengan bau-baunya anak-anak sekolahan. Tapi tak mengapa buatku ini semua biar serasa mengingatkanku masa-masa yang telah dilalui dulu.
Dari sekian kelas yang pernah aku perkenalan dengan teman-teman PPL yang lain, ternyata ada satu kelas yang benar-benar manut, sama perintah yang diberikan kami. Jumlah kelas di sekolah ini ka nada 12 kelas, dan ternyata dimana-mana semua kelas pasti ada kelas yang favorit dan juga ada kelas yang mbandel,,, dan susah diatur.
Biasa yang bisa di atur itu kelas A dan B, sedangkan kelas C dan D itulah kelas favoritnya anak-anak yang suka berisik dan membolos.. itu mungkin hanya dari kelihatan dari luar mata telanjang yang biasa. Tapi.. tak semuanya kelas anaknya seperti itu.. mungkin ada diantara 1 dari 32 siswa ada yang  bisa manut dengan guru dan perintah dari kami anggota PPL. Ok lah itu aka nada, tapi susah, dan susah untuk di carinya juga J J
Aku bisa tarik kesimpulan dari semua cerita ini, dari mulai kelas 1 sampai kelas 3, bisa di simpulkan sementara, bahwa kelas satu masalah yang mereka banyak hadapi yaitu masalah tentang susahnya belajar, dan tidak suka dengan salah satu guru mata pelajaran di sekolah, sedangkan kelas 2 masalah yang dominan mereka rasakan adalah rasa persahabatan yang tidak baik, dan masalah dengan  orang tua yang penuh dengan kesedihan. Ada yang ditinggal orang tuannya cerai sehingga anaklah yang menjadi korban dari kekerasan rumah tangga orang tuanya sendiri. Disinilah mereka semakin rumit dan semakin susah untuk bisa belajar dengan penuh konsentrasi selama di dalam kelas. Ada yang kurang kasih sayang, ada yang kurangnya komunikasi dengan keluarga, itu sebab akibat dari masalah yang mereka hadapi.
Kadang di sini aku merasa lelah dan selalu batin ini bertanya, mengapa anak ini masih kecil tapi mereka sudah harus menaggung beban yang sangat berat. Padahal mereka belum waktunya untuknya berfikir sampai kesana. Yang harusnya mereka lakukan di usia yang sangat sangat muda dan awal remaja seperti ini adalah mereka harusnya fokus belajar dengan baik, dan konsentrasi dalam hal mata pelajaran di sekolah.
            Tapi tak semudah membalikan telapak tanganku, itu hanya sepenggal bait perasaan untuk anak-anak yang sedang mengalami hal berat dengan keluarganya, maupun dengan temanya.
Dibalik semua ini ada sepotong kisah dari siswa yang kelas 3 yang mana mereka masalah yang seeing mereka hadapi adalah masalah persolaan hati dan perasaannya terhadap pasangannya. Mungkin lebih tepatnya pacaran gituuuuhhhh..
Ahhhhhhhhhhh capekkkk……………. Pacaran? Apa itu pacaran???? J J
            Ah mungkin hanya asmara yang kaya malu-malu gitu??
Tapi kayanya asyik ini kalau dibahas, bagi anak-anak sih itu kelihatannya malu-malu kucing gitu?... maklum cwek, banyak bicara dibanding bertindak.. ,maybe???
Di saat semua anak pada masuk kelas lorong-lorong kelaspun kelihatan sepi tanpa jejak langkah dan batang hidung anak-anak. Tapi kadang di situ merasa sekolah tak lagi gundah dan berisik dikala semua siswa masuk mengikuti mata pelajaran didalam kelas.
Ku tengok sejenak dari sudut jedela ruang BK, di depan ada kelas VII D, dan di samping terdapat kelas VII C yang mana semua anak-anak masih pada caper alias cari perhatian gituhhh? Ujar batinku,.. tapi tak mempersoalkan itu sih sing penting mereka senang dan mampu membawa jati dirinya yang sesungguhnya ke arah yang positif dan arah yang lebih baik.
            Masa-masa SMP adalah masa awal remaja yang akan membentuk karakter pribadinya masing-masing. Berangkat dari sini individu yang mempunyai bakat dan potensi yang baik pasti akan lebih terlihat menonjol dibanding anak-anak yang tidak mempunyai bakat kreatif. Banyak sejarah yang seharusnya aku ukir selama masa perjalananku selama menempuh masa pendidikan ini, tapi rasanya itu takan cukup rasanya apabila semua kisah yang terjadi itu tertulis dari mulai hal yang menyedihkan sampai hal yang mengasyikan. Saking banyaknya gitu???...
Oh bapak dosen yang baik hati, Bapak terhormat mengapa Kau tidak pernah menengok keadaan kami selama kami kurang lebih dua bulan di sekolah SMP DIPONEGORO ini?
Apa segitu sibukkah beliau sehingga tidak pernah menengok sebentarpun meluangkan waktunya kepada kita? Dosen yang lainnya pada nengok ke sekolah masing-masingnya, tapi mengapa bapak tidak????
Maafkan kami kalau punya salah ya Pak………… J J
            Pagi ini waktu menunjkan pukul 07.00 pagi, hari rabu 18 November dimana ini waktunya dimana kita saat-saat terakhir untuk berada di sekolah ini. Hemmmmmmmmm sedih juga .. LL
Waktu itu ada dimana kita saat berada posisi diatas ada juga posisi kita lagi benar-benar drop.. itulah PPL susah senang bareng-bareng, sampai laparpun bareng, dan itu yang akan menjadi cerita dari kisah kelompok kita kali ini..
Kekompakan memang sangatlah penting dalam suatu kelompok, karena dengan itu kebersamaan dan setiap pekerjaan yang tadinya terasa berat akan berubah menjadi lebih ringan.
            Suatu ketika aku dan teman-teman yang lain dipanggil kepala sekolah untuk masuk ke ruangan kepsek, entah apa salah aku dan teman-temanku saut batinku?..... eh ternyata semuanya setelah masuk ke ruang kepsek di dalam sana sudah ada ibu pembimbing guru BK, Pak Aus, dan Bu Iin. Selama 10 menit kami brifing untung mengadakan suatu acara yaitu acara penilaian kedisiplinan setiap kelas, oleh karena itu pak kepsek membutuhkan anggota PPL untuk menjadi tim penilai yang baik dan bertanggung jawab. Oke lah aku terima pak.. kirain batinku kami akan dihukum karena salah apa gitu??? Alhamdulilah selamat.. J J
            Dua hari setelah kami suruh menilai kelas, pas kebetulan giliran aku ini kebagian kelas paling wow, paling sesuatu banget… yaitu kelas VIII C, VIII D, dan IX D. Wow banget kan? Hahaha.. takn apalah kelas ini tak jadikan sebagai kelas buat tantangan diriku sendiri. Mungkin nanti siapa tau setelah mengenal lebih dekat dengan para anak kelas itu, aku bisa mengambil semua hikmah dari setiap kejadian yang telah ada.
Ternyata satu demi satu anak-anak hari pertama terlihat sangat manut, penilaian kelaspun terus aku lanjutkan, ada piketnya yang rajin, ada yang setengah rajin, ada juga yang benar-benar maut dan ngeles, alias banyak alasan. Tak apalah namanya juga manusia tak ada yang sempurna dan seperfect  mungkin. Tapi seberapa manusia berusaha untuk bisa lebih baik dan lebih baik lagi.
            Dengan segumpal senyuman yang mereka taburkan saat didalam kelas, akupun merasa langsung terasa nyaman, dan terasa dekat banget dengan anak-anak ini. Sudah tak anggap sebagai adik sendiri. Kalau ditanya saking sayangnya untuk anak-anak.
Tak terasa jam sudah menunjukan bahwa ini sudah pukul 08.30 WIB, waktunya untuk solat duha dan mendapingi anak-anak solat duha berjamaah.
Sangat banyak banget hikamh yang bisa aku ambil pelajarannya dari setiap hari murid-murid diwajibkan untuk menunaikan solat duha, yaitu itu akan meningkatkan tinggat kecerdasan dan konsentrasi dalam belajar baik didalam kelas, maupun diluar kelas. Terutama disini mereka bisa mengontrol emosinya dengan baik, dan imbang. Itulah aku lihat dan perhatikan selama dua bulan mendampingi anak-anak habis solat duha. Alhamdulilah banget ya Alloh Kau sudah memberikan tempat PPL bisa memberikan petunjuk atau jalan untuk terus bersyukur dengan apa yang aku punya selama ini, dan membantu siswa yang sangat-sangat membutuhkan pertolonganku. Termasuk mungkin bisa mengamalkan dari sedikit ilmu yang miliki selama hampir 12 tahun ini menempuh ilmu di dunia pendidikan. Mungkin inilah ilmu yang bermanfaat itu meski ilmunya sedikit yang aku bisa lakukan akan tetapi itu bermanfaat untuk sesame.
Karena didalam suatu hadispun mengatakan bahwa”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan bantuan dan kemanfaatan kepada sesama manusia”
Ok aku akan tarik kesimpulan dari hadist itu bahwa manusia yang mampu membantu orang yang membutuhkan itu akan diberikan kemudahan oleh Allah nanti di akhirat kelak, Amiin, semoga kita semua termasuk dari golongan orang-orang seperti ini, Amiiiin.
Kadang aku merasa mengeluh ketika akan melakukan sesuatu itu, karena apa? Karena terlalu banyak masalah dan harus apa dulu yang harus dilakukan?
Entahlah hanya waktu yang mejawabnya...
Eh eh ada sesuatu lhooo………. Cerita dari sepenggal anak-anak yang dengan sukarela membeberkan semua masalahnya dengan guru-guru yang ada di sekolah ini. Ternyata tak semua siswa itu memiliki hubungan baik denga semua guru yang mengajar di dalam kelas ini. Ada mereka yang berkata bahwa ada guru yang benar-benar galak, kejam, banyak peraturan, banyak nyakitin perasaannya dengan sindiran yang nyeletit kaya gitu…
Mungkin lebih jelasnya siswa ini sakit hati dengan semua perlakuan yang telah dilakukan oleh salah seorang guru saat ngajar mengajar. Apalagi ada siswa perempuan sampai menangis saking sakit hatinya karena didalam kelas dia dicoret-coret pakai penghapus yang sudah item ke mukanya saat di depan siswa siswa yang lain.
Ya aku juga merasakanlah apa yang dia rasakan saat itu, tapi anak ini kayanya tak menyimpan rasa dendam ko sama guru itu, mungkin hanya sedikit rasa kecewa dari setiap perlakuan seperti ini. Dari situ aku beri pengertian supaya dia tidak terus-terusan terpuruk dalam rasa kecewa dan sakit hatinya. Banyak banget kisah-kisah dan kejadian yang terjadi di sekolah ini. Beragam anak beragam juga masalah yang dihadapinya.
Itulah kehidupan yang sebenarnya?... oh inilah tangga pertama aku untuk diuji menjadi anak yang lebih dewasa lagi dan lebih baik.. Alhamdulillah ya Allah.. terima kasih atas semua nikmat dan karuniaMu selama ini.
Jika aku harus menilai dari kelas VII sampai kelas IX entah kelas mana yang paling favorit atau kelas mana yang paling nyaman anak-anaknya dan sopan.. hampir semua kelas ada yang nakal dan ada juga yang manut sama kita. Ah aku juga kaya gitu mungkin dulu…
Ah.. baiklah sekarang aku hanya tinggal beberapa minggu lagi ko di sekolah ini, jalani saja dengan ikhlas, dan legowo. Meski ada kisah yang menyenangkan adapula yang mengasyikan.
Waktu yang paling menyenangkan buat anggota PPL adalah waktu istirahat, dimana semua anak keluar  untuk beli jajanan ke kantin untuk sekedar mengisi perut yang kosong. Rasanya kenyang karena jajananpun telah habis dilahap. Biasa anak kelaperan dari pagi belum makan apa-apa.
Jadwal piket setiap hari terus berjalan, dari mulai hari senin sampai sabtu terus dilorring,,, haduh udah kaya pembantu yang benar-benar pembantu, tanpa pamrih yang dikasih pekerjaan tanpa ada balasan.. yang ada harus nerima dengan ikhlas dan legowo gitu aja. Ok..!
Senin adalah hari musuhku dan para anggota PPL, karena pada hari ini semua anggota PPL harus dampingi upacara, jaga piket, damping solat duha berjamaah siswa, dan masuk kelas sampai akhir, sampai akhir sekolah itulah kegiatanku dan teman-teman semua.
Keluh kesah semua telah aku rasakan, tapi takan pernah menyerah sampai disini aku, semua harus terlaksana sebaik mungkin dan sebisa mungkin. Karena tujuan dari PPL kali ini ada untuk belajar bisa mengabdikan diri untuk orang lain, khususnya untuk para siswa di sekolah dan belajar berinteraksi dengan baik, dan komunikasi yang terajalin dengan ramah itulah yang harus kita semua lakukan tanpa ada kata menyerah. SEMANGATTTTTTTTTTTTTT… !! J
Tak mudah memang untuk menjadi seorang guru yang baik dan diteladani oleh siap siswa di sekolah, butuh pengalaman, perjuangan, dan kerja keras yang kuat. Karena mungkin benar kata salah satu tokoh sejarah  yang aku banggakan yaitu Bung Karno “Beliau berkata bahwa takan pernah ada hasil yang sempurna tanpa ada perjuangan dan pengorbanan yang kuat.
Aku sebagai generasi penerus dan generasi muda harus bisa seperti para pejuang tanah air yang tanpa letih mereka mampu mengalah semua musuh yang akan merebut kekuasaan Indonesia, meski mereka mengorbankan darah, dan harta mereka tetap rela membela negara dengan gigih dan berani. Dan akhirnya mereka mampu mengalahkan musuh-musuhnya denga gagah dan berani.
Seperti sekarang ini, aku dan teman-teman PPL lagi berjuang semangat 45.. euuuuy.. !!
Pagi ini jumat tanggal 20 Nov 2015, dimana ada jam BK yang harus masuk kelas yaitu kelas IX D, yaitu kelas dimana anak-anak paling sesuatu banget, semua dad eh pokok ke didalam kelas IX D, mungkin semua guru yang selalu beranggapan  bahwa guru BK adalah guru yang paling galak, kejam bahkan sampai kaya TNI, tapi disini aku dan teman-teman PPL yang lain mencoba meluruskan bahwa emage kita sebagai guru BK itu adalah guru yang disenangi semua siswa, dan bersahabat dengan semua siswa. Tanpa memilih milih siswa dan membeda-bedakan siswa antara satu dengan yang lainnya. Dari situ aku pingin mengubah sedikitnya dari persepsi siswa yang menganggap BK adalah musuh, menjadi teman baik, dengan cara pendekatan dan bertutur kata yang sopan, dan pola perilaku tidak berbuat kasar tanpa menggunakan tangan dan kekerasan.
Oke lah mungkin ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan panjang, tapi kalau sudah niat Insyaaloh aku bisa membuat semua anak menganggap guru BK itu tidak galak, dan baik hati. Yaitu dengan cara yang diatas tadi, masuk kedunianya anak-anak, pahami apa yang ada didalam fikirannya anak-anak, ikuti apa maunya dan lihat pengontrolan emosinya dengan seksama. Itulah fungsinya aku kuliah selama ini mencemplung di jurusan BKI, tak luput dengan masalah psikologi dan karakter anak yang beragam dan penuh dengan kontroversi, itulah manusia yang sesungguhnya. Kalau menurut ustad aku dikampungmah bahwa manusia itu unik dari mulai berjalan, bertingkah laku, berbicara, sampai cara makannyapun sangat berbeda-beda. Karena manusia adalah mahluk Tuhan yang paling indah, dan paling unik. Cieeee
            “Sesempurnanya mahluk ciptaan Allah adalah manusia, karena apa? Karena manusia mahluk yang sempurna yang diberi akal pikiran yang seimbang dan normal tidak seperti mahluk-mahluk yang lainnya.
Kata bimbingan itu sendiri adalah membimbing dan mengarahkan seseorang yang sedang membutuhkan bantuan dan masukan untuk dirinya. Disini tidak jauh beda bahwa aku dan teman-teman BK adalah ibaratkan seorang pembantu yang harus siap siaga bisa menangani siswa yang sedang mempunyai masalah baik dari dirinya sendiri, ataupun dengan orang dari luar.
Oleh karena itu karena bimbingan sifatnya masih umum, disini konseling adalah proses bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada klien untuk memecahkan permasalahnnya dengan mengarahkan, dan memberikan solusi dalam memutuskan suatu permasalahannya yang dia miliki sampai benar-benar dia merasakan ketenangan dan kenyamanan dengan dirinya.
            Banyak fungsi yang beranggapan bahwa BK itu hanya seorang pembantu yang bisanya mendengarkan dan penampung tempat curhatan orang. tapi disini harus ambil garis tengahnya bahwa BK itu seorang pendidik yang benar-benar dibutuhkan oleh siswa-siswa ketika didalam disekolah. Karena seorang siswa yang berangkat ke sekolah dari rumahnya itu pasti ada benar-benar ikhlas atau terpaksa untuk belajar itu. Nah disini bahwa BK adalah harus menjadi orang penengah yang bisa mengambil alih peran orang tua untuk mengawasi sikap dan tingkah laku yang dilakukan oleh setiap anak peserta didik, atau siswanya di sekolah.
Tak lepas dari kata sekolah, sekolah itu adalah lembaga yang dilindungi oleh negara untuk dijadikan tempat dan sarana untuk belajar, dan menuntut ilmu dengan baik.
BK itu bisa ada yang jurusannya masyarakat, ada juga yang sekolah. Makanya ada yang beranggapan kenapa BK bisa masuk sekolah? Jawabannya adalah karena BK adalah suatu pekerjaan yang sifatnya sudah profesi, dan sama-sama bisa menjadi pekerja pendidik di sekolah, seperti guru-guru yang lain.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Entah harus gimana, apa lagi hal bisa aku lakukan hanya membantu anak-anak dalam menyelesaikan masalahnya dengan tuntas.
            Uhhhh rasanya sudah hampir punah apa yang ada dibenak ini, entah apa lagi.. yang pasti selama PPL disekolah ini aku
Ini aku… dan teman-teman yang lagi berjuang untuk masa depan yang gemilang, dan cerdas untuk bisa berbakti kepada kedua orang dan membantu orang yang membutuhkan.
Emmm kayanya pagi ini tak secerah pagi kemarin, mentari mungkin lagi pingin sembunyi dibalik awan, karena malu tersipu akan kehadiranku.. ? haha
Tap tak mengapa mentari pasti akan keluar dari sarangnya untuk menampakan wujudnya dan memberikan warna yang indah dan sinar yang berseri untuk aku dan alam sekitar ini.. cieeee..
            Anak-anak selalu masuk ruang BK, rasanya tak hentinya anak-anak  masuk ke ruangan ini, walaupun hanya sesekali untuk melihat dan menyapa aku dan semua anggota PPL semuanya.
Tapi itu takan membuat aku bosan, meski borring kadang juga melihatnya, dan mendengar celotehan anak-anak yang sangat baunterr bangt,, apalagi ada 1 siswa yang bawel dank eras kepala untuk disuruh keluar dari ruang BK. Tapi akhirnya dari kisah itu terjadilah persahabatan yang indah dan erat dengan semua siswa.
ENDING CERITA AKU DAN TEMAN-TEMAN BANYAK MENEMUKAN KISAH YANG SANGAT INDAH DAN TAKAN MUNGKIN BISA TERLUPAKAN MESKI WAKTU YANG AKAN MEMISAHKAN KITA..
SELAMAT MENEMPUH HIDUP MASING-MASING YAAA!! J J
SEMOGA KITA MENJADI DIRI PRIBADI YANG SUKSES DAN BERGUNA UNTUK ORANG LAIN.. AMIIN
            “SALAM RINDU YANG TERDALAM DAN TERMANIS DARI AINI CI IMOET THEA.. GADIS DESA YANG PENUH DENGAN SEJUTA MIMPI.. “ J
EMMMMMUACH KECUP TERINDAH UNTUK KALIAN J J
“jangan lupakan aku ya.. !!!
Maaf semua salah dan khilafku selama ini ya…..
waktu bareng bareng dengan kalian.. (Dewi, Laily, Riska, dan Nuri, Aini)
Kalian tetap akan menjadi teman terhebatku sampai kapanpun,,!
#salam BK 2015-11-20 #Semangat terus.. ! :) :)
                                                                 Jumat 20-11-2015