INI CERITAKU
MANA CERITAMU??
Pagi menyapaku dengan penuh hidangan, saat aku buka
lembaran baru disini, banyak lantunan kata yang ingin rasanya aku goyangkan.
Entah harus mulai dimana aku goyangkan jari ini? Tapi rasanya langkah ini semakin jauh untuk
berjalan.
Selamat
pagiiii…
Itulah sapaan pertama yang disambutkan saat kami masuk ke gerbang sekolah SMP
Diponegoro Depok Sleman Yogyakarta. Senyum lebar seakan tak henti merona
dibibir manis para Guru, dan siswa yang melihat pada kami. Kami beserta Dosen
pembimbing Lapangan (DPL PPL) mulai dipersilahkan masuk ke ruang kepala
sekolah. di situlah kami di sambut dengan ramah, dan sapaan senyum yang khas
dari kepala sekolah, serta tak lupa beliau mengucapkan selamat datang di SMP
Diponegoro. Kami mulai diserahkan untuk melaksanakan PPL di SMP Diponegoro, hal
tersebut sudah menjadi kewajiban kami dalam menyelesaikan tugas sebagai calon
guru BK di Sekolah. Bapak Muh, Khoiruddin selaku kepala sekolah SMP Diponegoro
yang menerima kami untuk melaksanakan PPL. Setelah itu kami dan Dosen DPL mulai
menjelajahi kelas dan ruang BK. Ketika kami sampai di ruang BK, kami di sambut
sapa dan senyum oleh koordinator guru BK yang ternyata……. Tak di sangka-sangka
adalah kakak angkatan kami BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bernama ibu Iin Septi dan bapak Agus Slamet. Di ruang BK DPL dan koordinator BK mulai
menceritakan kondisi sekolah SMP Diponegoro dan menceritakan perjalanan ibu Iin
dan bapak Agus bagaimana
sampai bisa
menjadi guru BK di SMP Diponegoro.
Selang beberapa jam, bapak Agus
Slamet mengajak kami memperkenalkan dan mengelilingi letak-letak setiap ruang kelas,
LAB, Perpustakaan serta gedung PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).
Selesai berkeliling gedung pergedung, ibu Iin mempersilahkan kami untuk
memperkenalkan diri di kelas. Anggota PPL kami berjumlah lima orang, dan
kebetulan perempuan semua. 2 orang mengajar dikelas 7C dan 3 orang mengajar
dikelas 8D
Sebelum membuat RPK, kami melakukan observasi terlebih dahulu
selama satu minggu. Selama kami memperkenalkan diri kami bertemu dengan
berbagai macam-macam karakter, perilaku siswa yang tak terduga di pikiran kami.
Kami mulai memperkenalkan diri dengan siswa.
“Selamat pagi kakak” ☺…. Itulah sapaan polos siswa
SMP Diponegoro. Kulihat dari jauh jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB suara
bel masuk kelas mulai terdengar, maka para siswa mulai satu persatu masuk ke
dalam kelas.
Matahari mulai naik dari ufuk timur, pertanda sholat
Duha didirikan, kami mulai menggiring siswa untuk melaksanakan sholat Duha.
Sudah menjadi rutinitas sehari-hari di SMP diponegoro yaitu melaksanakan sholat
Duha berjamaah, dari kelas 7, 8, dan 9 mereka semua diarahkan dan dibimbing
untuk dibiasakan melaksanakan sholat Duha, sungguh indah didikannya. Sholat
Duha berjamaah tersebut dibagi dua sesi, yang pertama dilaksanakan oleh seluruh
murid kelas 9 di jam 08.30 yang kemudian disusul sesi kedua oleh para murid
kelas 7 dan kelas 8 di jam 09.00. Para siswa diarahkan dan dibimbing bersama
oleh para guru yang bertugas dan tak lupa pula kami (peserta PPL) ikut serta
dalam membimbing siswa untuk sholat Duha, dimulai dari tanda bel yang berbunyi
menandakan untuk melaksanakan sholat Duha, kemudian guru dan kami bergegas
mengarahkan dan mendampingi siswa untuk berwudhu bergilir dengan tertib,
setelah itu kami bersama pergi ke masjid dan mendampingi siswa untuk sholat
Duha berjamaah. Diawali dengan membaca Do’a-do’a sholat Duha bersama setelah itu barulah melaksanakan
sholat Duha dengan tertib.
Waktu
terus berputar pada porosnya seakan takan ada hentinya, meski itu satu
detikpun. Tibalah kita pada ujung waktu siang hari.. dimana semua anak dan
siswa lain sudah pada kelihatan letih, haus, dan lapar. Tapi diantara mereka
masih terlihat ada yang masih semangat untuk mengikuti mata pelajaran, ada pula
yang sudah gemah gemulai untuk bergagas pulang. Tas digendong, buku dimasukin
semua peralatan sekolah sudah siap dimasukan ke dalam tas. “itu ujar anak-anak
yang tidak betah duduk didalam kelas.”
Entah darimana ide anak-anak itu, yang pasti dibenak
mereka yang ada bagaimana bisa keluar dari kelas untuk hari ini?.
Kumandang dzuhurpun sudah terdengar ditelingaku, anak-anak
yang berada didalam kelaspun pada keluar untuk mengambil air wudhu, dan
melaksanakan solat dzuhur. Sama seperti anak bebek yang keluar dari kandangnya
saat keluar itu, ada yang ketawa, ngakak, murung, senyum, dan ada juga yang
biasa. Disitulah aku mulai melihat dan mengaplikasikan mengenai dengan apa yang
aku pelajari didalam kelas dengan yang ada dilapangan.
Rasanya sangat jauh banget, yang awalnya aku duga
semua siswa murid itu bisa diatur dengan baik, dan lembut, akan tetapi jauh
dari dugaanku, dimana anak yang mudah diatur, dan ada juga yang tidak.
Yah………………yang namanya masih anak-anak ucap batinku sejenak.
Tapi
tak berhenti sampai disitu, langkah kamipun terus berjalan menyusuri setiap
lorong kelas yang terdengar kelas yang berisik. Eh ternyata didalam kelas itu
anak-anak yang pada mainin kursi dan meja, bukan belajar. Bahkan banyak anak
yang keluar masuk kelas tanpa alasan apapun.
Selamat pagi senin….(Edisi minggu-minggu terakhir
disekolah)
Matahari selalu meyapaku dengan penuh ceria dan
senyuman, aku terus menatap ke depan meski belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Cuma satu yang ada dibenak ini semoga hari ini akan
menjadi hari yang lebih menyenangkan dari hari-hari sebelumnya. Amiin Ya Alloh…
Ok… pagi ini aku dan teman teman yang lain sudah siap
siaga berada di depan gerbang sekolah dengan senyum dan sapaan yang manis untuk
para siswa-siswa yang mau masuk ke dalam kelas, termasuk senyumin guru-guru dan
para staf guru juga sihhh.. hehehe J J
Apa lagi ada guru yang anyar, rasanya untuk kita
tersenyum sangat terbuka lebar, meski kelihatan mata ini masih ngantuk.. maklum
masih pagi. Jadi masih ngantuk gitu ceritanya,, hahaha
Sesampainya di sekolah, jam 06.30 langsung baris di
depan sekolah, akupun tanpa hentinya menyalamin setiap anak-anak yang mau
masuk. Di situ kadang batin ini terasa sangat bahagia, karena masih ada yang
mau senyum dengan polosnya anak-anak kepadaku, tanpa paksaan siapapun,
begitupun dengan aku sampai-sampai rasa ngantukpun hilang sekejap saat
anak-anak yang balik menyapa sapaanku. Oh oh….. disini baru aku menyadari
betapa mulianya perjuangan seorang guru yang tanpa balas jasa selalu mau
berjuang dan berkorban untuk para anak didiknya disekolah tanpa mengenal lelah.
Aku bangga dan kagum kepada semua guru yang ada di sekolah SMP DIPONEGORO DEPOK
ini.
Langkahku
akan terus ku ayunkan untuk menaiki satu persatu tangga sekolah menuju lantai
tiga maksudnya masuk ruang BK (Bimbingan Konseling). Meski terasa sangat lelah
naik turun tangga, tapi kalau di awali dengan niat yang ikhlas, batinku berkata
insyaaloh hasilnya akan baik, dan menyenangkan juga. J Amiiin..
Terdiam sejenak langkah ini saat mau turun ke lantai
dua disana, melihat anak kelas 8D yang selalu setia menyapa dengan senyuman
yang menggemaskan buatku, tapi entahlah sesekali aku biarkan mereka gaduh
ataupun bersorak suara yang penuh dengan kebisikan itu, akupun terus masuk ke
kelas 8C untuk memanggil salah satu siswa yang membolos dari hari kemarin,
untuk dipanggil ke ruang BK, untuk konseling Individu, apa alasannya membolos??
Akhirnya waktupun tak terasa, proses konseling
individupun terus berjalan. Siswa yang dipanggil namanya si Kevin, dia langsung
bergegas untuk keluar untuk istirahat.
Gak lama dari itu bel istirahatpun berbunyi, anak
anak yang ada di dalam kelaspun kedengaran sangat senang untuk keluar dari
kelas, dan istirahat sejenak untuk melepas penat, dan suntuk tiga jam berada di
dalam kelas.
Anak-anak kelihatan sangat gembira dengan
segerombolan temannya, ada pula yang kelihatan biasa, dan bahkan sedih karena
senidirian, mungkin karena banyak
fikiran yang dia fikirkan.
Ternyata tak selamanya anak itu lepas dari beban
masalah dalam hidupnya, akan tetapi ada sebagian dari 80% siswa yang banyak
masalahnya dengan keluarga, dan teman sekelompoknya.
Tapi.. sejenak aku terfikir, ah mungkin itu karena
ini waktu dimana masa remaja yang baru diawali untuk bisa hidup mandiri, dewasa, pandai bergaul,
pandai memilih teman yang baik untuk bergabung, dan bahkan tau mana masalah
dalam keluarga yang sifatnya intern, dan tau mana masalah yang sedang is hadapi
di sekolah. Kadang sesekali anak anak terlihat senang dengan kepolosannya, dan
kadang dianatara mereka hanya ingin mencari perhatian para anggota PPL UIN-SUKA
maybe???? …… karena akupun pernah mengalami hal baru seperti ini dulu saat
sekolah di Mts aku. Masih ingat sih…. Tapi agak-agak lupa juga sih…. Hahhah
mungkin sudah faktor usia.. (Tua dikit.. haha) J J
Uuuuuuh….. jari ini masih terus rasanya ingin terus
bergoyang, dan manari sesukanya, tapi perut ini sadar akan laper dan haus.
Biasa sudah mulai miscol gitu… akhirnya temankupun ada yang perhatian ada yang
pergi ke kantin untuk membeli sepenggal roti dan jus untuk mengisi kekosongan
perut ini.. iihhhhhhhhhhr..
Dewi,
laily, Riska, Nuri, disini aku banyak mengukir kisah kasih di sekolah, mengukir
sebuah cerita, yang penuh dengan ceria, lengkap rasanya ada pilu, suka,
duka,sedih dan semua yang terjadi selama PPL di sekolah ini merekalah yang
selalu setia menemani dan menyemangati di saat semua terlihat lelah dan capek..
uh okelah aku sadar karena inilah manusia yang takan pernah luput dari rasa
sosial yang terus akan membutuhkan orang yang ada disekelilingnya. (Teori
humanistik), intinya ingin di hargai oleh manusia yang ada di lingkungannya.
Haha so gaya ada teorinya.
Tapi biarlah mungkin dengan ini aku bisa belajar
untuk dewasa, dari semua pengalaman yang telah terjadi dan telah aku lewati
selama di sekolah ini.,
Bangku perkuliahan takan membuatku merasa sombong dan
sombong dengan semua yang aku punya dan aku miliki selama ini.
Banyak
banget hal-hal yang aka rasakan dan aku alami saat-saat ini, diantaranya da
anak yang benar-benar mengingatkanku teringat pada orang tua saya dikampung sana.
Satu cerita yang sangat-sangat menyentuh hatiku, ada
salah satua anak yang cerita denga pengalaman pribadinya, yang mana kisahnya
sangat-sangat menyayat hatiku, sampai –sampai air mataku sudah tak bisa aku
bendung lagi, akhirnya netes juga, akupun menangis saat dia berkata semua orang
tuanya sudah meninggal, saat kecil hidup dengan seorang kakek, dan nenek,
dengan keadaaan yang menurutku sangat dibawah rasa kecukupan.
Tapi
dengan keikhlasan hati anak ini terus berjuang dan bertahan hidup untuk bisa
sekolah dan mencari ilmu.
Kata demi kata terus terlantunkan dari bibirnya yang
polos kui, seakan kejujuran hatinya sudah terbuka dengan sendirinya. Entah lah
aku tertarik dengan semua apa yang terucapnya, dengan menjadi diri seorang
mualaf yang baru masuk agama islam tanpa mengetahui apapun tentang islam itu
apa. Tapi dengan rasa ingin tahu dan semangatnya yang luar biasa akhirnya
sedikit demi sedikit dia mau belajar kepada teman-temanya yang sudah bisa dan
fasih dalam ajaran agama islam, terutama dalam hal bacaan solat, dan membaca
ayat suci Al-Qur’an.
Dengan
biaya yang seadanya dia mampu bertahan hidup di asrama dengan teman-temannya
dipondok juga. Alhamdulilah dia mau belajar dengan baik tentang islam batinku,
semoga kamu menjadi anak yang soleh ya naaakkk.. Amin.. dengan mata yang penuh
harapan.
Next
inikan hari senin dimana hari pertama untuk mengawali hari-hari selanjutnya.
Kadang di situ semua insane pasti merasakan hal yang sama, yaitu males untu
awali hari ini dengan penuh semangat. Tapi mungkin ada sebgaian dari sekelompok
orang yang pantang menyerah untuk terus berjuang dan mengawali pagi senin ini
dengan semangat, termasuk aku gitu… iyah doonkk. PEDE BANGEET.. gpp siichh.. J J
Biar semangat gitu, tadi sih awal berangkat dari kos
semangat banget, gak tau kenapa ini bisa terjadi? Oh mungkin karena ada dia?
Dia siapa ya? Ya…….anak anak yang manis di sekolah SMP ini.. J J
Semua kisah telah aku lalui tanpa henti, tak terasa
rasanya sudah hampir 2 bulan kami berada di sekolah ini. Banyak banget cerita
yang takan bisa aka ceritakan semuanya dalam setiap detik dan hembusan nafas
yang sudah aku lalui ini… hari demi hari hari-harikupun selalu dikerubungi
dengan bau-baunya anak-anak sekolahan. Tapi tak mengapa buatku ini semua biar
serasa mengingatkanku masa-masa yang telah dilalui dulu.
Dari sekian kelas yang pernah aku perkenalan dengan
teman-teman PPL yang lain, ternyata ada satu kelas yang benar-benar manut, sama
perintah yang diberikan kami. Jumlah kelas di sekolah ini ka nada 12 kelas, dan
ternyata dimana-mana semua kelas pasti ada kelas yang favorit dan juga ada
kelas yang mbandel,,, dan susah diatur.
Biasa yang bisa di atur itu kelas A dan B, sedangkan
kelas C dan D itulah kelas favoritnya anak-anak yang suka berisik dan
membolos.. itu mungkin hanya dari kelihatan dari luar mata telanjang yang
biasa. Tapi.. tak semuanya kelas anaknya seperti itu.. mungkin ada diantara 1
dari 32 siswa ada yang bisa manut dengan
guru dan perintah dari kami anggota PPL. Ok lah itu aka nada, tapi susah, dan
susah untuk di carinya juga J J
Aku bisa tarik kesimpulan dari semua cerita ini, dari
mulai kelas 1 sampai kelas 3, bisa di simpulkan sementara, bahwa kelas satu
masalah yang mereka banyak hadapi yaitu masalah tentang susahnya belajar, dan
tidak suka dengan salah satu guru mata pelajaran di sekolah, sedangkan kelas 2
masalah yang dominan mereka rasakan adalah rasa persahabatan yang tidak baik,
dan masalah dengan orang tua yang penuh
dengan kesedihan. Ada yang ditinggal orang tuannya cerai sehingga anaklah yang
menjadi korban dari kekerasan rumah tangga orang tuanya sendiri. Disinilah
mereka semakin rumit dan semakin susah untuk bisa belajar dengan penuh
konsentrasi selama di dalam kelas. Ada yang kurang kasih sayang, ada yang
kurangnya komunikasi dengan keluarga, itu sebab akibat dari masalah yang mereka
hadapi.
Kadang di sini aku merasa lelah dan selalu batin ini
bertanya, mengapa anak ini masih kecil tapi mereka sudah harus menaggung beban
yang sangat berat. Padahal mereka belum waktunya untuknya berfikir sampai
kesana. Yang harusnya mereka lakukan di usia yang sangat sangat muda dan awal
remaja seperti ini adalah mereka harusnya fokus belajar dengan baik, dan
konsentrasi dalam hal mata pelajaran di sekolah.
Tapi
tak semudah membalikan telapak tanganku, itu hanya sepenggal bait perasaan
untuk anak-anak yang sedang mengalami hal berat dengan keluarganya, maupun
dengan temanya.
Dibalik semua ini ada sepotong kisah dari siswa yang
kelas 3 yang mana mereka masalah yang seeing mereka hadapi adalah masalah
persolaan hati dan perasaannya terhadap pasangannya. Mungkin lebih tepatnya
pacaran gituuuuhhhh..
Ahhhhhhhhhhh capekkkk……………. Pacaran? Apa itu
pacaran???? J J
Ah
mungkin hanya asmara yang kaya malu-malu gitu??
Tapi kayanya asyik ini kalau dibahas, bagi anak-anak
sih itu kelihatannya malu-malu kucing gitu?... maklum cwek, banyak bicara
dibanding bertindak.. ,maybe???
Di saat semua anak pada masuk kelas lorong-lorong
kelaspun kelihatan sepi tanpa jejak langkah dan batang hidung anak-anak. Tapi
kadang di situ merasa sekolah tak lagi gundah dan berisik dikala semua siswa
masuk mengikuti mata pelajaran didalam kelas.
Ku tengok sejenak dari sudut jedela ruang BK, di
depan ada kelas VII D, dan di samping terdapat kelas VII C yang mana semua
anak-anak masih pada caper alias cari perhatian gituhhh? Ujar batinku,.. tapi
tak mempersoalkan itu sih sing penting mereka senang dan mampu membawa jati
dirinya yang sesungguhnya ke arah yang positif dan arah yang lebih baik.
Masa-masa
SMP adalah masa awal remaja yang akan membentuk karakter pribadinya
masing-masing. Berangkat dari sini individu yang mempunyai bakat dan potensi
yang baik pasti akan lebih terlihat menonjol dibanding anak-anak yang tidak
mempunyai bakat kreatif. Banyak sejarah yang seharusnya aku ukir selama masa
perjalananku selama menempuh masa pendidikan ini, tapi rasanya itu takan cukup
rasanya apabila semua kisah yang terjadi itu tertulis dari mulai hal yang
menyedihkan sampai hal yang mengasyikan. Saking banyaknya gitu???...
Oh bapak dosen yang baik hati, Bapak terhormat mengapa
Kau tidak pernah menengok keadaan kami selama kami kurang lebih dua bulan di
sekolah SMP DIPONEGORO ini?
Apa segitu sibukkah beliau sehingga tidak pernah
menengok sebentarpun meluangkan waktunya kepada kita? Dosen yang lainnya pada
nengok ke sekolah masing-masingnya, tapi mengapa bapak tidak????
Maafkan kami kalau punya salah ya Pak………… J J
Pagi
ini waktu menunjkan pukul 07.00 pagi, hari rabu 18 November dimana ini waktunya
dimana kita saat-saat terakhir untuk berada di sekolah ini. Hemmmmmmmmm sedih
juga .. LL
Waktu itu ada dimana kita saat berada posisi diatas
ada juga posisi kita lagi benar-benar drop.. itulah PPL susah senang
bareng-bareng, sampai laparpun bareng, dan itu yang akan menjadi cerita dari
kisah kelompok kita kali ini..
Kekompakan memang sangatlah penting dalam suatu
kelompok, karena dengan itu kebersamaan dan setiap pekerjaan yang tadinya
terasa berat akan berubah menjadi lebih ringan.
Suatu
ketika aku dan teman-teman yang lain dipanggil kepala sekolah untuk masuk ke
ruangan kepsek, entah apa salah aku dan teman-temanku saut batinku?..... eh
ternyata semuanya setelah masuk ke ruang kepsek di dalam sana sudah ada ibu
pembimbing guru BK, Pak Aus, dan Bu Iin. Selama 10 menit kami brifing untung
mengadakan suatu acara yaitu acara penilaian kedisiplinan setiap kelas, oleh
karena itu pak kepsek membutuhkan anggota PPL untuk menjadi tim penilai yang
baik dan bertanggung jawab. Oke lah aku terima pak.. kirain batinku kami akan
dihukum karena salah apa gitu??? Alhamdulilah selamat.. J J
Dua
hari setelah kami suruh menilai kelas, pas kebetulan giliran aku ini kebagian
kelas paling wow, paling sesuatu banget… yaitu kelas VIII C, VIII D, dan IX D.
Wow banget kan? Hahaha.. takn apalah kelas ini tak jadikan sebagai kelas buat
tantangan diriku sendiri. Mungkin nanti siapa tau setelah mengenal lebih dekat
dengan para anak kelas itu, aku bisa mengambil semua hikmah dari setiap
kejadian yang telah ada.
Ternyata satu demi satu anak-anak hari pertama
terlihat sangat manut, penilaian kelaspun terus aku lanjutkan, ada piketnya
yang rajin, ada yang setengah rajin, ada juga yang benar-benar maut dan ngeles,
alias banyak alasan. Tak apalah namanya juga manusia tak ada yang sempurna dan
seperfect mungkin. Tapi seberapa manusia
berusaha untuk bisa lebih baik dan lebih baik lagi.
Dengan
segumpal senyuman yang mereka taburkan saat didalam kelas, akupun merasa
langsung terasa nyaman, dan terasa dekat banget dengan anak-anak ini. Sudah tak
anggap sebagai adik sendiri. Kalau ditanya saking sayangnya untuk anak-anak.
Tak terasa jam sudah menunjukan bahwa ini sudah pukul
08.30 WIB, waktunya untuk solat duha dan mendapingi anak-anak solat duha
berjamaah.
Sangat banyak banget hikamh yang bisa aku ambil
pelajarannya dari setiap hari murid-murid diwajibkan untuk menunaikan solat
duha, yaitu itu akan meningkatkan tinggat kecerdasan dan konsentrasi dalam
belajar baik didalam kelas, maupun diluar kelas. Terutama disini mereka bisa
mengontrol emosinya dengan baik, dan imbang. Itulah aku lihat dan perhatikan
selama dua bulan mendampingi anak-anak habis solat duha. Alhamdulilah banget ya
Alloh Kau sudah memberikan tempat PPL bisa memberikan petunjuk atau jalan untuk
terus bersyukur dengan apa yang aku punya selama ini, dan membantu siswa yang
sangat-sangat membutuhkan pertolonganku. Termasuk mungkin bisa mengamalkan dari
sedikit ilmu yang miliki selama hampir 12 tahun ini menempuh ilmu di dunia
pendidikan. Mungkin inilah ilmu yang bermanfaat itu meski ilmunya sedikit yang
aku bisa lakukan akan tetapi itu bermanfaat untuk sesame.
Karena didalam suatu hadispun mengatakan
bahwa”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberikan bantuan dan
kemanfaatan kepada sesama manusia”
Ok aku akan tarik kesimpulan dari hadist itu bahwa
manusia yang mampu membantu orang yang membutuhkan itu akan diberikan kemudahan
oleh Allah nanti di akhirat kelak, Amiin, semoga kita semua termasuk dari
golongan orang-orang seperti ini, Amiiiin.
Kadang aku merasa mengeluh ketika akan melakukan
sesuatu itu, karena apa? Karena terlalu banyak masalah dan harus apa dulu yang
harus dilakukan?
Entahlah hanya waktu yang mejawabnya...
Eh eh ada sesuatu lhooo………. Cerita dari sepenggal
anak-anak yang dengan sukarela membeberkan semua masalahnya dengan guru-guru
yang ada di sekolah ini. Ternyata tak semua siswa itu memiliki hubungan baik
denga semua guru yang mengajar di dalam kelas ini. Ada mereka yang berkata
bahwa ada guru yang benar-benar galak, kejam, banyak peraturan, banyak nyakitin
perasaannya dengan sindiran yang nyeletit kaya gitu…
Mungkin lebih jelasnya siswa ini sakit hati dengan
semua perlakuan yang telah dilakukan oleh salah seorang guru saat ngajar
mengajar. Apalagi ada siswa perempuan sampai menangis saking sakit hatinya
karena didalam kelas dia dicoret-coret pakai penghapus yang sudah item ke
mukanya saat di depan siswa siswa yang lain.
Ya aku juga merasakanlah apa yang dia rasakan saat
itu, tapi anak ini kayanya tak menyimpan rasa dendam ko sama guru itu, mungkin
hanya sedikit rasa kecewa dari setiap perlakuan seperti ini. Dari situ aku beri
pengertian supaya dia tidak terus-terusan terpuruk dalam rasa kecewa dan sakit
hatinya. Banyak banget kisah-kisah dan kejadian yang terjadi di sekolah ini.
Beragam anak beragam juga masalah yang dihadapinya.
Itulah kehidupan yang sebenarnya?... oh inilah tangga
pertama aku untuk diuji menjadi anak yang lebih dewasa lagi dan lebih baik.. Alhamdulillah
ya Allah.. terima kasih atas semua nikmat dan karuniaMu selama ini.
Jika aku harus menilai dari kelas VII sampai kelas IX
entah kelas mana yang paling favorit atau kelas mana yang paling nyaman
anak-anaknya dan sopan.. hampir semua kelas ada yang nakal dan ada juga yang
manut sama kita. Ah aku juga kaya gitu mungkin dulu…
Ah.. baiklah sekarang aku hanya tinggal beberapa
minggu lagi ko di sekolah ini, jalani saja dengan ikhlas, dan legowo. Meski ada
kisah yang menyenangkan adapula yang mengasyikan.
Waktu yang paling menyenangkan buat anggota PPL
adalah waktu istirahat, dimana semua anak keluar untuk beli jajanan ke kantin untuk sekedar
mengisi perut yang kosong. Rasanya kenyang karena jajananpun telah habis
dilahap. Biasa anak kelaperan dari pagi belum makan apa-apa.
Jadwal piket setiap hari terus berjalan, dari mulai
hari senin sampai sabtu terus dilorring,,, haduh udah kaya pembantu yang
benar-benar pembantu, tanpa pamrih yang dikasih pekerjaan tanpa ada balasan..
yang ada harus nerima dengan ikhlas dan legowo gitu aja. Ok..!
Senin adalah hari musuhku dan para anggota PPL,
karena pada hari ini semua anggota PPL harus dampingi upacara, jaga piket,
damping solat duha berjamaah siswa, dan masuk kelas sampai akhir, sampai akhir sekolah
itulah kegiatanku dan teman-teman semua.
Keluh kesah semua telah aku rasakan, tapi takan
pernah menyerah sampai disini aku, semua harus terlaksana sebaik mungkin dan
sebisa mungkin. Karena tujuan dari PPL kali ini ada untuk belajar bisa
mengabdikan diri untuk orang lain, khususnya untuk para siswa di sekolah dan
belajar berinteraksi dengan baik, dan komunikasi yang terajalin dengan ramah
itulah yang harus kita semua lakukan tanpa ada kata menyerah.
SEMANGATTTTTTTTTTTTTT… !! J
Tak mudah memang untuk menjadi seorang guru yang baik
dan diteladani oleh siap siswa di sekolah, butuh pengalaman, perjuangan, dan
kerja keras yang kuat. Karena mungkin benar kata salah satu tokoh sejarah yang aku banggakan yaitu Bung Karno “Beliau
berkata bahwa takan pernah ada hasil yang sempurna tanpa ada perjuangan dan
pengorbanan yang kuat.
Aku sebagai generasi penerus dan generasi muda harus
bisa seperti para pejuang tanah air yang tanpa letih mereka mampu mengalah
semua musuh yang akan merebut kekuasaan Indonesia, meski mereka mengorbankan
darah, dan harta mereka tetap rela membela negara dengan gigih dan berani. Dan
akhirnya mereka mampu mengalahkan musuh-musuhnya denga gagah dan berani.
Seperti sekarang ini, aku dan teman-teman PPL lagi
berjuang semangat 45.. euuuuy.. !!
Pagi ini jumat tanggal 20 Nov 2015, dimana ada jam BK
yang harus masuk kelas yaitu kelas IX D, yaitu kelas dimana anak-anak paling
sesuatu banget, semua dad eh pokok ke didalam kelas IX D, mungkin semua guru
yang selalu beranggapan bahwa guru BK
adalah guru yang paling galak, kejam bahkan sampai kaya TNI, tapi disini aku
dan teman-teman PPL yang lain mencoba meluruskan bahwa emage kita sebagai guru
BK itu adalah guru yang disenangi semua siswa, dan bersahabat dengan semua
siswa. Tanpa memilih milih siswa dan membeda-bedakan siswa antara satu dengan
yang lainnya. Dari situ aku pingin mengubah sedikitnya dari persepsi siswa yang
menganggap BK adalah musuh, menjadi teman baik, dengan cara pendekatan dan
bertutur kata yang sopan, dan pola perilaku tidak berbuat kasar tanpa
menggunakan tangan dan kekerasan.
Oke lah mungkin ini akan membutuhkan waktu yang
sangat lama dan panjang, tapi kalau sudah niat Insyaaloh aku bisa membuat semua
anak menganggap guru BK itu tidak galak, dan baik hati. Yaitu dengan cara yang
diatas tadi, masuk kedunianya anak-anak, pahami apa yang ada didalam fikirannya
anak-anak, ikuti apa maunya dan lihat pengontrolan emosinya dengan seksama.
Itulah fungsinya aku kuliah selama ini mencemplung di jurusan BKI, tak luput
dengan masalah psikologi dan karakter anak yang beragam dan penuh dengan
kontroversi, itulah manusia yang sesungguhnya. Kalau menurut ustad aku
dikampungmah bahwa manusia itu unik dari mulai berjalan, bertingkah laku,
berbicara, sampai cara makannyapun sangat berbeda-beda. Karena manusia adalah
mahluk Tuhan yang paling indah, dan paling unik. Cieeee
“Sesempurnanya
mahluk ciptaan Allah adalah manusia, karena apa? Karena manusia mahluk yang
sempurna yang diberi akal pikiran yang seimbang dan normal tidak seperti
mahluk-mahluk yang lainnya.
Kata bimbingan itu sendiri adalah membimbing dan
mengarahkan seseorang yang sedang membutuhkan bantuan dan masukan untuk
dirinya. Disini tidak jauh beda bahwa aku dan teman-teman BK adalah ibaratkan
seorang pembantu yang harus siap siaga bisa menangani siswa yang sedang
mempunyai masalah baik dari dirinya sendiri, ataupun dengan orang dari luar.
Oleh karena itu karena bimbingan sifatnya masih umum,
disini konseling adalah proses bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada
klien untuk memecahkan permasalahnnya dengan mengarahkan, dan memberikan solusi
dalam memutuskan suatu permasalahannya yang dia miliki sampai benar-benar dia
merasakan ketenangan dan kenyamanan dengan dirinya.
Banyak
fungsi yang beranggapan bahwa BK itu hanya seorang pembantu yang bisanya
mendengarkan dan penampung tempat curhatan orang. tapi disini harus ambil garis
tengahnya bahwa BK itu seorang pendidik yang benar-benar dibutuhkan oleh
siswa-siswa ketika didalam disekolah. Karena seorang siswa yang berangkat ke
sekolah dari rumahnya itu pasti ada benar-benar ikhlas atau terpaksa untuk
belajar itu. Nah disini bahwa BK adalah harus menjadi orang penengah yang bisa
mengambil alih peran orang tua untuk mengawasi sikap dan tingkah laku yang
dilakukan oleh setiap anak peserta didik, atau siswanya di sekolah.
Tak lepas dari kata sekolah, sekolah itu adalah
lembaga yang dilindungi oleh negara untuk dijadikan tempat dan sarana untuk
belajar, dan menuntut ilmu dengan baik.
BK itu bisa ada yang jurusannya masyarakat, ada juga
yang sekolah. Makanya ada yang beranggapan kenapa BK bisa masuk sekolah?
Jawabannya adalah karena BK adalah suatu pekerjaan yang sifatnya sudah profesi,
dan sama-sama bisa menjadi pekerja pendidik di sekolah, seperti guru-guru yang
lain.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? Entah harus
gimana, apa lagi hal bisa aku lakukan hanya membantu anak-anak dalam
menyelesaikan masalahnya dengan tuntas.
Uhhhh
rasanya sudah hampir punah apa yang ada dibenak ini, entah apa lagi.. yang
pasti selama PPL disekolah ini aku
Ini aku… dan teman-teman yang lagi berjuang untuk
masa depan yang gemilang, dan cerdas untuk bisa berbakti kepada kedua orang dan
membantu orang yang membutuhkan.
Emmm kayanya pagi ini tak secerah pagi kemarin,
mentari mungkin lagi pingin sembunyi dibalik awan, karena malu tersipu akan
kehadiranku.. ? haha
Tap tak mengapa mentari pasti akan keluar dari
sarangnya untuk menampakan wujudnya dan memberikan warna yang indah dan sinar
yang berseri untuk aku dan alam sekitar ini.. cieeee..
Anak-anak
selalu masuk ruang BK, rasanya tak hentinya anak-anak masuk ke ruangan ini, walaupun hanya sesekali
untuk melihat dan menyapa aku dan semua anggota PPL semuanya.
Tapi itu takan membuat aku bosan, meski borring
kadang juga melihatnya, dan mendengar celotehan anak-anak yang sangat baunterr
bangt,, apalagi ada 1 siswa yang bawel dank eras kepala untuk disuruh keluar
dari ruang BK. Tapi akhirnya dari kisah itu terjadilah persahabatan yang indah
dan erat dengan semua siswa.
ENDING CERITA
AKU DAN TEMAN-TEMAN BANYAK MENEMUKAN KISAH YANG SANGAT INDAH DAN TAKAN MUNGKIN
BISA TERLUPAKAN MESKI WAKTU YANG AKAN MEMISAHKAN KITA..
SELAMAT
MENEMPUH HIDUP MASING-MASING YAAA!! J J
SEMOGA KITA
MENJADI DIRI PRIBADI YANG SUKSES DAN BERGUNA UNTUK ORANG LAIN.. AMIIN
“SALAM RINDU YANG TERDALAM DAN
TERMANIS DARI AINI CI IMOET THEA.. GADIS DESA YANG PENUH DENGAN SEJUTA MIMPI..
“ J
EMMMMMUACH
KECUP TERINDAH UNTUK KALIAN J J
“jangan lupakan aku ya.. !!!
Maaf semua salah dan khilafku selama ini ya…..
waktu bareng bareng dengan kalian.. (Dewi, Laily, Riska, dan Nuri,
Aini)
Kalian tetap akan menjadi teman terhebatku sampai kapanpun,,!
#salam BK 2015-11-20 #Semangat terus.. ! :) :)
Jumat
20-11-2015